Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Masuk Yehembang Kangin, Perantau dari Zona Merah Wajib Isolasi 14 Hari

Home stay yang disiapkan desa untuk isolasi mandiri selama 14 hari bagi mereka yang baru tiba dari zona merah (dar)

Lorengbali.com, Jembrana - Rupanya Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana tidak main-main terhadap bahaya penularan Covid-19.

Terbukti, desa ini selalu gencar melakukan cegah tangkal penularan Virus Corona. Mulai dari memperketat pengawasan terhadap warganya dan warga pendatang yang masuk ke desa, sidak ke sejumlah warung makan hingga tak henti-hentinya mengimbau warga untuk mematuhi anjuran pemerintah.

Kini, pasca Lebaran lalu, Desa Yehembang Kangin justru menyiapkan tiga rumah yang baru selesai dibangun untuk tempat isolasi bagi warga perantau. Diketahui, di desa ini banyak perantau yang mengais rezeki, terutama pada usaha rumah makan.

"Kami punya home stay yang baru selesai dibagun. Ada tiga bagunan rumah sudah dilengkapi fasilitas yang lengkap. Sementara kita fungsikan sebagai tempat isolasi warga perantau," terang Perbekel Yehembang Kangin Gede Suardika, Jumat (12/6/2020).

Lanjutnya, warga perantau, khususnya yang berasal dari daerah zona merah yang bekerja atau mencari rezeki di desanya wajib menjalani isolasi selama 14 hari, meskipun telah memiliki surat hasil rapid test. Namun, isolasi bisa dilakukan secara mandiri dan bisa juga isolasi di home stay yang telah disiapkan.

"Jika pelaksanaan isolasi di desa (home stay), maka untuk akomodasinya ditanggung desa," ujarnya. Langkah tegas tersebut dilakukannya guna menghambat dan menghentikan penularan Covid-19. Pihaknya berharap dengan cara ini warganya bersih dari penularan Covid-19.

"Kami juga sekarang intens melakukan pendataan terhadap warga perantau. Karena di desa kami memang banyak warga perantau," tutupnya. (dar)


TAGS :

Komentar